artikel tentangku
Pada awal mula aku mengenal dia
ialah saat aku menjalin hubungan dengan seseorang yang tak lain adalah
kakaknya, aku mengenal dia hanya sebatas orang yang aku buat untuk mencaari
informasi tentang sang kakak ,akan tetapi sejalan dengan hubungan aku dengan
sang kakak .. tak satupun hari penuh dengan kebahagiaan. Karena keegoisan nya
yang tak mampu ataupun belum mampu mengerti aku dan menerima aku dengan apa
adanya .
Sejalan dengan waktu sang kakak
akhirnya meninggalkan aku dengan sebab yang tak pasti, aku terus menghubunginya
tetapi tak ada satupun jawaban yang ku dapat . akhirnya akupun juga tak mau
lagi mengharap apa yang tak bisa aku harapkan .
waktu demi waktu , hari berganti
hari , bulan berganti bulan dan tahun pun berganti tahun , akupun sedikit bisa melupakan
rasa sakit yang ada di hatiku, akupun juga tak mau lagi terus menerus merasakan
sakit hati ini dan akupun juga masih mempunyai kewajiban untuk melanjutkan
proses belajarku .
beralih dengan pembicaraan yang
selanjutnya , aku pun mengenal si dia yang tak lain yaitu sang adik yang
berinisial “D”, bukan adik kandung sihhh … bisa di bilang masih saudara dekat .
aku sering bertukar pesan dengan si dia lewat jejaring sosial yang tak lain
yaitu Facebook , karena juga sudah sering bertukar pesan suatu hari akupun tak
sengaja mempunyai pikiran “ kenapa aku tidak minta nomor hp si Dia aja yaa ????
“
setelah beberapa hari menunggu
akupun mendapatkan balasan pesan darinya , akhirnya si Dia memberiku nomor HP
nya betapa senang hatiku(hehehehe) .
setelah itu akupun mengirim pesan singkat lewat ponsel hp , setelah itu juga
aku dengan si Dia bisa berhubungan dengan baik
lama kelamaan tak kusadari akupun
menaruh perasaan dengan si Dia tanpa dia ketahui , suatu ketika dia mengirim
sebuah pesan singkat kepadaku tentang kegalauannya yang dia rasakan saat itu .
saat kutanya tentang sebab kegalauan yang dia rasakan saat itu , dia pun
menjawab “ aku sedang suka sama seseorang”
.
setelah aku bertanya-tanya banyak
kepada si Dia dan si Diapun mau menceritakan tentang hal yang dia rasakan saat
itu , tak kusangka dia suka pada seseorang yang tak lain adalah temanku sendiri
. saat itu hati aku serasa seperti tertusuk duri yang sangat tajam , karena
diapun juga tak tau kalau aku sendiri menyukainya .
sejalan dengan waktu akupun
sedikit menahan perasaanku saat itu , karena si Dia pun juga sudah sering
sharing tentang persaannya saat itu , hampir setiap hari dia menelfonku yang
tak lain untuk mencari informasi tentang seseorang yang dia suka yang tak lain
juga dia adalah temanku .
pada saat itu sikap yang ku ambil
ialah sejenak untuk melupakan perasaan yang ku rasakan saat itu , akupun tak
mau jikalau si Dia mengetahui bahwa orang (aku sendiri) yang selama ini
membantu nya dalam hal mencari informasi tentang orang yang Dia suka mengetahui
kalau orang (aku sendiri) itu menyukainya (si Dia) .
suatu ketika si Dia pun menelfon
ku , dia berkata kalau hari itu dia akan bermain ke rumahku , sedikit nervous
sihhh … akupun juga belum pernah bertemu langsung dengannya . setelah aku
menunggunya tak lama kemudian dia pun tiba di rumahku. tak salah memang aku
menaruh perasaan kepada Si Dia , sungguh perempuan yang menjadi idaman para
pria hehehehe
setelah aku persilahkan untuk
masuk ke dalam dan juga untuk duduk, si Dia pun menjelaskan apa maksud
kedatangannya .. maksud kedatangannya adalah yang tak lain untuk menceritakan
semua perasaannya kepadaku tentang si Dia menyukai temanku .si Dia pun
bercerita semuannya apa yang Dia rasakan,
intinya adalah Si Dia menyukai temanku dan temanku tidak ada respon sama
sekali .
si Dia bercerita tentang
pengorbanannya kepada orang yang dia suka, sebut saja orang tersebut berinisial
“A”. pada suatu hari si Dia rela kehujanan hanya untuk membeli setangkai bunga
melati untuk di berikan kepada orang
yang dia suka (“A”) .
keesokan harinya si Dia
memberikan setangkai bunga melati yang baru di belinya kepada si “A”, tetapi si
Dia tidak memberikannya dengan berhadapan langsung pada si “A”, tetapi dengan
menaruhnya di meja laci milik si “A” dengan ditemani sepucuk surat yang tak
lain tertulis tentang perasaan .
sungguh sebuah balasan atau
respon yang tak setimpal menurutku , si Dia pun bercerita tentang kejdian pada
saat si “A” membiarkan bunga itu di laci dan tak membawanya pulang ..sungguh
seorang laki-laki yang tidak mengerti
sebuah arti pengorbanan , pengorbanan seorang wanita yang rela kehujanan hanya
untuk membeli setangkai bunga melati untuk seorang pria yang tak bisa
menghargai seorang wanita.
Aku tahu apa yang si Dia rasakan
pada saat itu , aku hanya bisa sedikit menghiburnya walaupun hanya lewat ponsel
saja .
Bersambung …… To be continued !!!
yek copas..
BalasHapuswah selingkuh ki!!!!
BalasHapus