Senin, 10 Maret 2014

Artikel Tentang-Ku


artikel tentangku 
 

Pada awal mula aku mengenal dia ialah saat aku menjalin hubungan dengan seseorang yang tak lain adalah kakaknya, aku mengenal dia hanya sebatas orang yang aku buat untuk mencaari informasi tentang sang kakak ,akan tetapi sejalan dengan hubungan aku dengan sang kakak .. tak satupun hari penuh dengan kebahagiaan. Karena keegoisan nya yang tak mampu ataupun belum mampu mengerti aku dan menerima aku dengan apa adanya .
Sejalan dengan waktu sang kakak akhirnya meninggalkan aku dengan sebab yang tak pasti, aku terus menghubunginya tetapi tak ada satupun jawaban yang ku dapat . akhirnya akupun juga tak mau lagi mengharap apa yang tak bisa aku harapkan .
waktu demi waktu , hari berganti hari , bulan berganti bulan dan tahun pun berganti tahun , akupun sedikit bisa melupakan rasa sakit yang ada di hatiku, akupun juga tak mau lagi terus menerus merasakan sakit hati ini dan akupun juga masih mempunyai kewajiban untuk melanjutkan proses belajarku .
beralih dengan pembicaraan yang selanjutnya , aku pun mengenal si dia yang tak lain yaitu sang adik yang berinisial “D”, bukan adik kandung sihhh … bisa di bilang masih saudara dekat . aku sering bertukar pesan dengan si dia lewat jejaring sosial yang tak lain yaitu Facebook , karena juga sudah sering bertukar pesan suatu hari akupun tak sengaja mempunyai pikiran “ kenapa aku tidak minta nomor hp si Dia aja yaa ???? “
setelah beberapa hari menunggu akupun mendapatkan balasan pesan darinya , akhirnya si Dia memberiku nomor HP nya  betapa senang hatiku(hehehehe) . setelah itu akupun mengirim pesan singkat lewat ponsel hp , setelah itu juga aku dengan si Dia bisa berhubungan dengan baik
lama kelamaan tak kusadari akupun menaruh perasaan dengan si Dia tanpa dia ketahui , suatu ketika dia mengirim sebuah pesan singkat kepadaku tentang kegalauannya yang dia rasakan saat itu . saat kutanya tentang sebab kegalauan yang dia rasakan saat itu , dia pun menjawab “ aku sedang suka sama seseorang”  .
setelah aku bertanya-tanya banyak kepada si Dia dan si Diapun mau menceritakan tentang hal yang dia rasakan saat itu , tak kusangka dia suka pada seseorang yang tak lain adalah temanku sendiri . saat itu hati aku serasa seperti tertusuk duri yang sangat tajam , karena diapun juga tak tau kalau aku sendiri menyukainya .
sejalan dengan waktu akupun sedikit menahan perasaanku saat itu , karena si Dia pun juga sudah sering sharing tentang persaannya saat itu , hampir setiap hari dia menelfonku yang tak lain untuk mencari informasi tentang seseorang yang dia suka yang tak lain juga dia adalah temanku .
pada saat itu sikap yang ku ambil ialah sejenak untuk melupakan perasaan yang ku rasakan saat itu , akupun tak mau jikalau si Dia mengetahui bahwa orang (aku sendiri) yang selama ini membantu nya dalam hal mencari informasi tentang orang yang Dia suka mengetahui kalau orang (aku sendiri) itu menyukainya (si Dia) .
suatu ketika si Dia pun menelfon ku , dia berkata kalau hari itu dia akan bermain ke rumahku , sedikit nervous sihhh … akupun juga belum pernah bertemu langsung dengannya . setelah aku menunggunya tak lama kemudian dia pun tiba di rumahku. tak salah memang aku menaruh perasaan kepada Si Dia , sungguh perempuan yang menjadi idaman para pria hehehehe
setelah aku persilahkan untuk masuk ke dalam dan juga untuk duduk, si Dia pun menjelaskan apa maksud kedatangannya .. maksud kedatangannya adalah yang tak lain untuk menceritakan semua perasaannya kepadaku tentang si Dia menyukai temanku .si Dia pun bercerita semuannya apa yang Dia rasakan,  intinya adalah Si Dia menyukai temanku dan temanku tidak ada respon sama sekali .
si Dia bercerita tentang pengorbanannya kepada orang yang dia suka, sebut saja orang tersebut berinisial “A”. pada suatu hari si Dia rela kehujanan hanya untuk membeli setangkai bunga melati  untuk di berikan kepada orang yang dia suka (“A”) .
keesokan harinya si Dia memberikan setangkai bunga melati yang baru di belinya kepada si “A”, tetapi si Dia tidak memberikannya dengan berhadapan langsung pada si “A”, tetapi dengan menaruhnya di meja laci milik si “A” dengan ditemani sepucuk surat yang tak lain tertulis tentang perasaan .
sungguh sebuah balasan atau respon yang tak setimpal menurutku , si Dia pun bercerita tentang kejdian pada saat si “A” membiarkan bunga itu di laci dan tak membawanya pulang ..sungguh seorang laki-laki yang tidak  mengerti sebuah arti pengorbanan , pengorbanan seorang wanita yang rela kehujanan hanya untuk membeli setangkai bunga melati untuk seorang pria yang tak bisa menghargai seorang wanita.
Aku tahu apa yang si Dia rasakan pada saat itu , aku hanya bisa sedikit menghiburnya walaupun hanya lewat ponsel saja .

Bersambung …… To be continued !!!

2 komentar: